Rambak.co, Surakarta – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, dalam sebuah insiden di Jakarta. Menanggapi situasi yang memanas, LBH AP PWM Jawa Tengah meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini.
Dalam siaran persnya, Muhammad Nur Aji Basuki SH MH selaku Sekretari II, LBH AP PWM Jawa Tengah juga menyerukan kepada para elit politik dan pejabat untuk lebih peka terhadap aspirasi rakyat. Mereka menilai, kericuhan yang terjadi adalah cerminan dari kekecewaan masyarakat terhadap sistem yang ada. “Jelas yang dirugikan adalah rakyat Indonesia, karena semuanya akan berimbas kepada rakyat Indonesia,” demikian pernyataan resmi mereka.
Aji menegaskan komitmen mereka untuk mendukung Polri guna mengusut tuntas dugaan pelaku penabrak yang menewaskan Affan. Tak hanya itu ia berharap, proses hukum dapat berjalan secara profesional dan transparan.
“Dalam hal ini, kita tidak bisa diam, kita harus menyampaikan dan terus memperjuangkan keadilan.” kata perwakilan LBH AP PWM Jawa Tengah, menekankan pentingnya tindakan cepat dan proaktif dalam penegakan hukum. Mereka menuntut agar pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut diadili seadil-adilnya.
Tindakan ini, menurut LBH AP PWM Jawa Tengah, adalah cara untuk memastikan akuntabilitas Polri dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan. Mereka berharap, dengan adanya penegakan hukum yang adil, kepercayaan masyarakat terhadap institusi dapat kembali pulih. Tak hanya itu, Aji juga turut memperhatikan atas represivitas yang terjadi, agar ditampik dan mengutamakan hak rakyat tanpa ada represivitas.
