Rambak.co, Surakarta – Ketoprak Serawung Bersama (KSB) sukses menggelar pertunjukan teater bertajuk “Perempuan Memanah Rembulan” di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), pada Selasa (02/12/225). Pementasan yang memadukan unsur Teater Modern dan Tradisional ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah seruan keras mengenai hak-hak perempuan dan nasib rentan para pekerja migran Indonesia.
Narso, Ketua KSB, menegaskan bahwa pentas ini menjadi medium peringatan bagi pemerintah dan masyarakat luas. “Pentas ini sebagai bentuk peringatan kepada pemerintah agar hak-hak perempuan dipulihkan kembali,” ujar Narso seusai acara.
Menurut Narso, diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan masih menjadi realitas sehari-hari yang merisaukan. Lebih lanjut, ia juga menyoroti kondisi para pekerja migran di luar negeri yang kerap mengalami kekerasan dan manipulasi, bahkan berubah menjadi kasus perdagangan manusia.
“Kami masih menemui manipulasi tenaga kerja, terutama menyoal perempuan, sehingga berubah menjadi perdagangan manusia,” tegasnya.

Sutradara pertunjukan, Gigok Anurogo, menambahkan bahwa pementasan ini bertujuan menampik pandangan kuno yang menempatkan perempuan sebagai peran sekunder. “Kita ini sama, semua sama dalam hak, tidak ada namanya perempuan di belakang laki-laki, begitu pula sebaliknya,” papar Gigok.
Melalui simbol-simbol yang kuat, Gigok menyajikan kisah perempuan yang berjuang membebaskan diri dari belenggu anggapan merugikan, termasuk kisah penipuan yang dialami calon pekerja migran. Pentas ini secara lugas mengajak penonton untuk mendukung perempuan mendapatkan hak-haknya tanpa diskriminasi.
