Koperasi Merah Putih Potensi Serap Tenaga Kerja
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menegaskan bahwa potensi penyerapan tenaga kerja akan terus meningkat seiring berkembangnya koperasi.
“Jumlah 68 ribu lebih itu baru dari sisi pengurus. Ketika koperasi mulai beroperasi aktif, tentu akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk menjalankan berbagai unit usaha,” kata Eddy.
Ia menambahkan, jenis usaha koperasi Merah Putih sangat bervariasi, mulai dari penyediaan sembako, apotek, klinik kesehatan, simpan pinjam, logistik, hingga distribusi pupuk dan pakan ternak.
Di Kabupaten Kendal, salah satu koperasi di Kecamatan Boja sudah menggandeng lebih dari 20 pelaku UMKM lokal, seperti produsen olahan kolang-kaling, keripik, dan kopi khas daerah. Menurut pengurus koperasi, M Nur Yasin, langkah ini diambil agar hasil produksi UMKM bisa terserap pasar melalui koperasi.
