Pertamina Pastikan Harga Minyak Tidak Naik

Situasi global yang tak menentu, membuat gelisah masyarakat dunia. Salah satunya mengenai pasokan bahan bakar minyak. Desas-desus bermunculan saat minyak dunia diduga akan mengalami penyesuaian harga. Penyerangan Amerika Serikat di teritori Iran diduga menjadi penyebabnya. Atas situasi tersebut, desas-desus itu menguat mempertanyakan persediaan minyak di Indonesia.

Oleh rambak.co
2 April 2026, 18:51 WIB

Rambak.co, Surakarta – Situasi global yang tak menentu, membuat gelisah masyarakat dunia. Salah satunya mengenai pasokan bahan bakar minyak. Desas-desus bermunculan saat minyak dunia diduga akan mengalami penyesuaian harga. Penyerangan Amerika Serikat di teritori Iran diduga menjadi penyebabnya. Atas situasi tersebut, desas-desus itu menguat mempertanyakan persediaan minyak di Indonesia.

Di Amerika Serikat melansir dari CNBCC harga minyak mengalami peningkatan. Pangsa pasar yang terdampak, disebabkan oleh jalur perdagangan dunia di selat Hormuz yang terkendala, menyebabkan harga minyak mengalami permasalahan yang cukup dipertimbangkan.

Di kawasan West Coast Amerika Serikat nilainya mencapai US$5,33 per galon, sementara yang terendah berada di Gulf Coast sebesar US$3,59 per galon. Beberapa negara lainnya juga mempertimbangkan mengerek harga minyak.

Di Gladag Surakarta, seorang Ibu bernama Ani (52) mewanti-wanti ketika melihat antrian mengular di SPBU di Solo. Beberapa SPBU tersirat antrian panjang. Ia beranggapan dengan antrian panjang itu, ada sekelumit masalah dalam penyaluran bahan bakar. Ia pun beranggapan dan mewanti-wanti bila terjadi kenaikan harga minyak.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg Republik Indonesia) Prasetyo Hadi merespon anggapan tersebut. Sebagaimana dilansir di website Kementrian Sekretariat Negara, Hadi menampik anggapan Bahan-Bakar Minyak (BBM) yang diduga mengalami kenaikan drastis.

Kata Hadi, “Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Mensesneg dalam pernyataannya, Selasa (31/03/2026).

Keputusan tersebut telah diperbincangkan dengan pucuk pimpinan -Prabowo Subianto. Republik masih berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan rakyat. Hadi juga menghimbau kepada rakyat Indonesia agar tidak panik. Selain itu ia menghimbau agar rakyat tidak perlu resah.

Hingga kini harga BBM di Indonesia masih sama. Produk BBM jenis RON 92 atau biasa kita kenal sebagai Pertamax dalam 1 April tetap berada di harga Rp. 12.300/liter. Kemudian Pertamax Green atau RON 95 masih berada di harga Rp. 12.900/liter. Sedangakan untuk Pertamax Turbo tetap berada di Rp. 13.100/liter. Sedangkan untuk Solar Subsidi masih sama yakni Rp6.800 per liter.

Artikel Terkait