Merayakan Sembilan Dekade Sepakbola di Boyolali

Sukar untuk tidak sepakat bahwa sepakbola adalah olahraga yang paling banyak dimainkan dan ditonton umat manusia di muka bumi. Namun, tentunya, sepakbola bukanlah semata-mata permainan fisik. Olahraga itu menjelma arena tempat identitas dibentuk, dipertandingkan, dan diwariskan. Gary Armstrong dan Richard Giulianotti berujar bahwa "the game of football has a rich global history," dan telah menjadi prisma untuk menyaksikan dan berinteraksi dengan beraneka identitas dan budaya dari seantero dunia.

Ardhiatama Purnama Aji
Oleh Ardhiatama Purnama Aji
7 Juni 2026, 10:47 WIB

Sukar untuk tidak sepakat bahwa sepakbola adalah olahraga yang paling banyak dimainkan dan ditonton umat manusia di muka bumi. Namun, tentunya, sepakbola bukanlah semata-mata permainan fisik. Olahraga itu menjelma arena tempat identitas dibentuk, dipertandingkan, dan diwariskan. Gary Armstrong dan Richard Giulianotti berujar bahwa “the game of football has a rich global history,” dan telah menjadi prisma untuk menyaksikan dan berinteraksi dengan beraneka identitas dan budaya dari seantero dunia.[ii]

Sementara itu, Christian Koller dan Fabian Brändle turut mengafirmasi betapa krusialnya sepakbola lantaran diskusi perihal olahraga ini tak pernah berlangsung di ruang hampa, “these conversations are deeply embedded in their societal context.[iii] Dari dua pernyataan itu, kita dapat menarik satu benang merah mengapa sejarah sebuah klub sepakbola tak pernah bisa dipisahkan dari makna yang ia miliki—bagi penggemar dan bagi komunitas yang bernaung dalamnya.

Begitu pula dengan Boyolali, sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang diwakili oleh klub Persatuan Sepabola Boyolali (Persebi) pada skena sepakbola nasional. Klub yang kini bermarkas di Stadion Kebogiro itu disebut-sebut lahir pada 1975. Karena jadi satu-satunya wakil Kabupaten Boyolali di skena sepakbola nasional, kelahiran Persebi dengan namanya yang kita kenal sekarang, seolah-olah menjadi tabir pembatas untuk melihat sejarah sepakbola di Kabupaten Boyolali yang panjang.

Sepakbola Hadir di Hindia

Di Indonesia sendiri—yang kala itu masih bernama Hindia Belanda, sepak bola mulai hadir pada akhir abad ke-19, tepatnya sekitar 1895, ketika seorang pelajar bernama John Edgar mendirikan sebuah klub di Surabaya. Dari ruang-ruang eksklusif kaum elit kolonial, permainan ini dengan cepat merembes ke lapisan pekerja dan masyarakat luas, hingga menjelma sebagai salah satu olahraga paling populer di Indonesia—baik sebagai praktik bermain maupun sebagai tontonan publik. Namun lebih dari sekadar hiburan, jejak sejarah sepak bola di Indonesia menyimpan kisah yang jauh lebih kaya tentang dinamika sosial, relasi kuasa, dan pembentukan identitas dalam masyarakat Indonesia.

Pada 1901, sekumpulan orang kulit putih mendirikan klub lain, Padangsche Voetbal Club. Pembentukan klub itu memicu kemunculan beberapa klub lain. Pembentukan klub itu memicu kemunculan beberapa klub lain. Begitu pula di Pulau Jawa yang sejak dulu kala, ekonomi dan politiknya berpusat di Batavia. Di sana pula, sebuah kesebelasan bernama Bataviaasche Voetbal Club dibentuk pada 1903.

Karena kepadatan populasi Jawa yang tinggi, jarak antar-kota yang relatif dekat, dan jejaring transportasi yang baik, sepakbola menyebar ke nyaris seluruh pulau dan memungkinkan sebuah organisasi supra-regional dibentuk. Tak ayal, pada 1914, diadakanlah semacam pertandingan eksibisi kolonial yang diikuti oleh tim-tim dari kota besar di Jawa seperti Batavia, Surabaya, Bandung, dan Semarang.[iv]

Lambat-laun, sepakbola menjadi magnet bagi masyarakat Jawa sebagaimana yang termaktub dalam suratkabar Kajawen edisi 30 Juni 1927: “Ulahraga main putbal, punika mèh ing pundi-pundi wontên, punika anandhakakên bilih manjing dados kasênênganing ngakathah. Sabên nuju têtandhingan, ingkang aningali kathah sangêt,”[v] [“Olahraga main sepak bola (putbal), saat ini hampir ada di mana-mana. Hal tersebut menandakan bahwa ia telah meresap menjadi kegemaran orang banyak (publik). Setiap kali ada pertandingan, yang menonton sangatlah banyak.”]

Artikel Terkait