Peradin dari Solo untuk Rakyat; Siap Mencetak Advokat Berintegritas

PERADIN hadir untuk menampik ungkapan miring itu. Dengan menatalitet yang tersirat pada slogannya -Fiat Justita Ruat Caelum, PERADIN bakal menjadi garda terdepan untuk masyrakat Indonesia guna mendapatkan hak yang sama di mata hukum.

Oleh rambak.co
14 Mei 2026, 22:04 WIB

Rambak.co, SurakartaDi bawah kaki Gunung Lawu, BPW PERADIN Jawa Tengah akan menggelar ritus tahunan bagi para calon pendekar hukum. Sebuah ujian untuk menjaga api keadilan tetap menyala.

Udara dingin Tawangmangu pada akhir Mei ini, bakal menanti para calon advokat di bawah payung Peradin. Di sebuah hotel di Karanganyar, mereka nantinya akan digembleng. Mereka tidak sedang berlibur atau meregangkan punggung yang kaku. Di sana mereka akan menentukan diri menyandang gelar “Advokat”. Para calon advokat itu akan diuji melalui lembar-lembar soal Ujian Profesi Advokat (UPA) yang digelar oleh Badan Pengurus Wilayah Persatuan Advokat Indonesia (BPW PERADIN) Jawa Tengah.

PERADIN bukan pemain baru. Sejarah mencatatnya sebagai organisasi advokat tertua di republik ini, yang mematri eksistensinya sejak 1964 dari Solo. Perlu diketahui bahwa PERADIN di deklarasikan di Hotel DANA Solo pada tahun 1964. Waktu itu ketua pertama PERADIN adalah Mr. Iskak Tjokrohadisurjo. Kendati sakralnya UPA ini, maka hajatan yang dijadwalkan pada 30-31 Mei 2026 ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya menjaga marwah profesi officium nobile.

Ritus Menuju Kursi Pembela

Untuk duduk di kursi ujian, jalannya tidaklah instan. Para calon advokat harus melewati labirin birokrasi yang ketat. Syaratnya berlapis: mulai dari legalisir ijazah S1 Hukum atau Syariah, hingga kepemilikan sertifikat Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

“Fiat Justitia Ruat Coelum,” demikian semboyan yang terpampang tegas dalam pengumuman mereka. Sebuah pengingat bahwa keadilan harus ditegakkan meski langit runtuh. Semangat itulah yang ingin ditanamkan kepada para peserta yang bersedia merogoh kocek Rp 1,5 juta sebagai biaya pendaftaran—sebuah investasi untuk sebuah lisensi membela hak-hak publik di meja hijau.

Bagi anda yang berminat untuk menjadi advokat di bawah payung PERADIN, anda perlu melampirkan berkas-berkas digital ke alamat email [email protected]. Sementara itu, di ujung telepon, A. Yusuf, S.H., M.H., sang koordinator, tak henti-hentinya menerima konfirmasi dari para pendaftar yang tersebar dari berbagai penjuru Jawa Tengah.

Lebih dari Sekadar Sertifikat

Bagi PERADIN Jawa Tengah, UPA adalah kawah candradimuka. Di tengah menjamurnya organisasi advokat baru, mereka tetap berpijak pada standar lama yang disiplin. Sertifikat PKPA yang masih tersimpan di meja panitia menunggu untuk dipasangkan dengan kelulusan ujian ini.

Pelaksanaan di Tawangmangu nanti diprediksi akan menjadi magnet bagi para yuris muda. Selain letaknya yang tenang untuk berkonsentrasi, pemilihan lokasi ini seolah memberi ruang kontemplasi bagi calon pengacara: bahwa menjadi advokat bukan sekadar mencari materi, melainkan memikul beban berat menegakkan hukum di tengah karut-marutnya dunia peradilan kita.

Mei nanti, Tawangmangu akan menjadi saksi. Apakah mereka yang datang akan pulang sebagai sekadar pemegang kartu anggota, ataukah lahir sebagai singa-singa podium yang siap mengguncang ruang sidang demi kebenaran.

Siap Berdiri untuk Mereka yang Tertindas

Mencari keadilan di negeri ini konon seperti mencari kunci di tumpukan jerami. Kurang lebih demikian para kritikus sosial saat menilik peradilan kita. Lebih lengkapnya ujaran itu lekat beraroma kritik sambil menyadur sila kelima pancasila.

PERADIN hadir untuk menampik ungkapan miring itu. Dengan menatalitet yang tersirat pada slogannya –Fiat Justita Ruat Caelum, PERADIN bakal menjadi garda terdepan untuk masyrakat Indonesia guna mendapatkan hak yang sama di mata hukum.

Umar Januardi Harahap Pimpinan Peradin Solo
Umar Januardi Harahap Pimpinan Peradin Solo

Di Solo, Rambakco berkesempatan berbincang dengan pimpinan PERADIN Solo adalah Umar Januardi Harahap. Pria yang kerap disapa sebagai Umar itu menjelaskan kepada kami, bahwa PERADIN tengah mendampingi kasus pelecehan seksual yang menyeret salah satu tokoh ternama dalam kesusastraan dan musik.

Kata Umar, “PERADIN akan selalu berdiri di samping korban. Bagi anda yang mengalami nasib serupa, PERADIN akan mendampingi anda, tanpa sepeser pun uang,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon pada Kamis (14/05) malam.

Umar dan rekan kini masih berdiri mendampingi korban. Beberapa kali, mereka mengunjungi kepolisian di Sukoharjo untuk mengawal korban dalam menghadapi proses peradilannya. Bagi umar berjalan di jalan peradilan adalah sebuah praktik penting dalam menunjukan sikap sebagai anggota PERADIN.

Kendati demikian, Umar turut pula menggandeng beberapa akademisi dan calon advokat muda. Tahun lalu, PERADIN Solo bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan dosen untuk memperbincangkan hukum kiwari. Langkah tersebut bertujuan untuk membagi pengetahuan terkait ilmu hukum untuk dipahami sebagai praksis dan teoritisnya.

Para peserta dan pembicara bersua foto bersama
Para peserta dan pembicara bersua foto bersama dengan Peradin Solo

UPA yang diselenggarakan oleh DPW PERADIN pada akhir Mei mendatang merupakan sebuah harapan, terang Umar. Para calon advokat yang berkecimpung dengan buku di ruang-ruang kampus, akan dicecar pelbagai pertanyaan penting mengenai peradilan. UPA PERADIN adalah sebuah sikap. Sikap para advokat untuk menatap peradilan di Indonesia.

Umar berpesan kepada seluruh calon Advokat muda untuk tegas dalam bersikap. Tegakan hukum meski langit esok runtuh, demikian Umar mengutip slogan Peradin. Peradin masih membuka pendaftaran dalam UPA. Bagi anda yang berniat dan berminat. Segera daftarkan diri Anda menjadi bagian dari PERADIN. Sekian.

Artikel Terkait