Rahasia Semangkuk Semur Daging

Subuh baru saja luruh ketika mimpi-mimpi mulai pungkas. Tak ada yang boleh terlewat di hari ini. Jauh-jauh hari aku telah menyiapkan semuanya. Daging has dalam kualitas terbaik sudah tersimpan aman di lemari pendingin sejak empat hari lalu. Dan pagi ini aku keluarkan mereka, tergeletak rapi di meja dapur. Daging yang konon dihasilkan dari sapi-sapi paling bahagia di New Zealand itu telah siap menerima bumbu.

Avatar photo
Oleh Fenty Febrianti
6 April 2026, 12:25 WIB

Seperti kata Chairil Anwar, aku ingin hidup seribu tahun lagi. Aku ingin hidup seribu tahun lagi agar selalu bersamamu. Tak soal meski seluruh rambut kita memutih. Asal bersamamu, rasanya gairahku sama mudanya dengan diriku dua puluh tahun lalu. Ya, asal bersamamu.

Subuh baru saja luruh ketika mimpi-mimpi mulai pungkas. Tak ada yang boleh terlewat di hari ini. Jauh-jauh hari aku telah menyiapkan semuanya. Daging has dalam kualitas terbaik sudah tersimpan aman di lemari pendingin sejak empat hari lalu. Dan pagi ini aku keluarkan mereka, tergeletak rapi di meja dapur. Daging yang konon dihasilkan dari sapi-sapi paling bahagia di New Zealand itu telah siap menerima bumbu.

Hari ini aku akan memasak menu istimewa. Menu yang paling kamu suka: semur daging.  Toh, hari semacam ini hanya datang setahun sekali. Rasa bahagia seperti ini tidak setiap hari. Maka, meski anak-anak sedang berkelana ke luar kota, sementara aku dan kau tak mungkin mampu menghabiskannya, aku akan tetap memasak semangkuk penuh semur daging.

Pagi makin terang, seperti ranum pipi gadis-gadis pedesaan yang pulang mencuci. Matahari menerabas kaca nako, menciptakan bayang-bayang pada dinding dapur yang berwarna semen.  Jemariku masih bisa merasakan sisa dingin daging yang terbaring di atas talenan.

Aku memotong-motongnya seukuran seperlima telapak tangan orang dewasa dan mulai memikirkan alat bernama pemukul daging. Mataku menyapu seluruh sudut dapur untuk mencari alat tersebut. Sialnya aku tak menemukannya. Aku malah menemukan ingatan akan roman wajahmu ketika menemukan benda berbentuk palu berukuran mini itu di sebuah pusat perbelanjaan. Raut wajah yang mirip anak kecil menemukan mainan. Girang!

“Nyaris semua masakan berbahan daging, akan lebih sedap jika daging itu kau rendam bumbu terlebih dulu. Dan sebelum kau rendam, baiknya kau tipiskan dengan pemukul daging ini agar bumbu-bumbu itu makin mudah meresap.” Begitulah akhirnya aku tahu fungsi alat favoritmu itu.

“Meski untuk masakan semur? Kan, dia tetap akan menyerap bumbu ketika dimasak?!” sergahku dengan dengan nada meninggi.

“Coba dulu, ngeyelnya nanti setelah nyicipin,” ucapmu dengan tenang.

Artikel Terkait